Tampilkan postingan dengan label LAIN-LAIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LAIN-LAIN. Tampilkan semua postingan

ARTIKEL : KIAT BERBICARA DI DEPAN UMUM BY LENSA SYLVIANI PRASETYO

0 komentar


KIAT BERBICARA DI DEPAN UMUM 
BY LENSA SYLVIANI PRASETYO
Berbicara secara umum dapat diartikan suatu penyampaian maksud (ide, pikiran, isi hati) seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan sehingga maksud tersebut dapat dipahami oleh orang lain.Sedangkan pada hakikatnya berbicara merupakan suatu proses berkomunikasi sebab didalamnya terjadi pemindahan pesan dari suatu sumber ke tempat lain. Dalam proses komunikasi, komunikator menyampaikan pesan dan komunikan memberikan umpan balik. Umpan balik ini dapat berisi hal yang positif sebagai tanda mengerti pesan yang disampaikan, atau hal yang negatif sebagai tanda salah mengerti, atau bertanya sebagai tanda tidak mengerti. Berbicara merupakan bagian dari komunikasi. Jika umpan balik dalam proses komunikasi itu lebih bersifat positif, berarti penyampaian pesan komunikator telah efektif..
Bagi sebagian orang sepakat bahwa tampil di depan umum merupakan sesuatu yang menakutkan karena ketidaksiapan serta ketidakmampuan untuk tampil percaya diri.Padahal sebenarnya berbicara itu penting untuk menyampaikan maksud atau pesan kepada orang lain. Tetapi tidak semua orang pandai berbicara, dan kalau pun berbicara tidak didengarkan dan diperhatikan orang lain. Sebaliknya, ada sebagian orang yang jika berbicara bisa membuat pendengarnya terkesima, seolah terhipnotis, tidak saja oleh isi pembicaraannya, tetapi juga oleh kedahsyatan kata yang dipilihnya dan gaya bicaranya yang memukau. Banyak orang sukses karena kepiawiannya berbicara kendati isinya hal-hal biasa-biasa saja. Sebaliknya, banyak orang gagal menyampaikan hal-hal baik karena ketidakcakapannya menyampaikan gagasan tersebutPadahala berbicara di depan umum bisa dipelajari dan dilatih agar terbiasa dan tidak gugup saat diminta tampil di muka umum.
Berbicara bukan pekerjaan sederhana. Ia memerlukan seni dan ketrampilan tinggi untuk menjadikan pembicaraan efektif dan memperoleh perhatian pendengar, lebih-lebih jika berbicara di depan publik. Cara berbicara seseorang mengundang penilaian orang lain dan menggambarkan siapa dia yang sesungguhnya. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika para ahli sosiolinguistik mengatakan bahwa semua yang kita miliki (harta, profesi, jabatan, identitas diri dan sebagainya) bisa kita sembunyikan rapat-rapat, tetapi kita tidak akan pernah bisa menyembunyikan cara bicara kita. Sebab, pemilihan kosa kata, cara menyampaikannya, tekanan kata dan intonasi kalimat, dan kecepatan berbicara semuanya menggambarkan siapa sebenarnya yang berbicara itu. Apakah orang terdidik, profesional, atau orang biasa-biasa saja.
Khusus berbicara di depan publik tampaknya diperlukan kiat tersendiri. Kita sering melihat orang berbicara di panggung dengan penuh percaya diri dan memukau sehingga membuat tepuk tangan pendengarnya. Itu pertanda pembicaranya hebat. Sebaliknya, sebagaimana telah diungkap di depan, banyak orang grogi, gemetar, gugup, malu, membosankan, dan monoton ketika di depan publik sehingga seolah mereka berbicara dengan diri mereka sendiri. Padahal, secara akademik mereka berpendidikan cukup dengan kemampuan nalar yang bagus. Bagi pendengarnya, model bicara seperti itu sangat membosankan dan bagi pembicaranya sendiri merupakan beban sangat berat. Panggung yang mestinya menjadi medan ekspresi diri berubah menjadi panggung siksaan yang menyakitkan.
Pembicara hebat bukan terlahir, walau ada orang yang memang punya bakat untuk itu. Tetapi kemampuan bicara memerlukan latihan dan pengetahuan serta ketrampilan. Dari pengalaman berbicara di forum-forum besar dengan banyak hadirin dan juga dari pembacaan banyak referensi tentang kiat sukses berbicara di depan publik ada benang merah yang bisa ditarik. Ada beberapa factor yang menyebabkan orang merasa kesulitan ketika mereka berbicara di depan umum salah satunya adalah kecemasan dalam berbicara. .  Kecemasan adalah suatu keadaan yang menggoncangkan karena adanya ancaman ataupun rasa takut atau kekhawatiran yang menghinggapi orang ketika mereka menghadapi audiens/public.Kecemasan terjadi karena individu tidak mampu mengadakan penyesuaian diri terhadap diri sendiri di dalam lingkungan pada umumnya. Kecemasan berbicara di depan umum juga termasuk dalam kategori kecemasan social seperti timbulnya perasaan tak nyaman dalam kehadiran individu-individu lain, yang selalu disertai oleh perasaan malu yang ditandai dengan kejanggalan/kekakuan, hambatan dan kecenderungan untuk menghindari interaksi social.
1.    Pemilihan kata
Walaupun hanya memiliki porsi sebesar 7%, namun kata-kata mampu memberi dampak yang kuat baik bagi pembicara maupun audiensnya. Pemilihan kata yang tepat bisa memotivasi, menggerakkan hati audiens, dan bahkan mampu mengubah dunia. Sebaliknya, pemilihan kata yang tidak tepat bisa berakibat fatal. Kata-kata yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan latar belakang audiens. Kata-kata yang terlalu rumit dengan menggunakan istilah-istilah yang tidak umum atau jargon-jargon  sebaiknya dihindari, kecuali kalau kita berbicara dalam satu lingkup yang sama. Hal penting yang tidak bisa dilupakan adalah mempertimbangkan suasana yang akan kita hadirkan. Apakah suasananya formal, semiformal, atau santai? Tentu saja, kata dan kalimat yang akan kita gunakan pun berbeda, bergantung atas suasananya.
2.Suara
Suara adalah salah satu aspek penting bagi seorang pembicara. Suara bisa dijadikan untuk mengenali ciri khas seseorang. Bisa dikatakan, suara merupakan cerminan citra diri seseorang. Ada 6 aspek mengenai suara yang sebaiknya kita perhatikan. Yakni:  kecepatan, volume, titinada, pengucapan (artikulasi), dan jeda .
a)  Kecepatan berbicara yang normal adalah 110-130 kata per menit. Jadi, temukan kecepatan berbicara yang nyaman dengan mengasah kemampuan mengubah ubah kecepatan berbicara. Tujuan mengelola kecepatan berbicara ini adalah agar audiens memahami pentingnya arti suatu kata yang kita ucapkan.
b) Volume adalah kekerasan suara.Volume suara pada saat berbicara di muka umum sebaiknya disesuaikan dengan situasinya. Volume pun bisa diubah-ubah dari berbisik, lantang, hingga teriak yang bertujuan untuk mengekspresikan atau menggugah emosi audiens.
c) Titinada adalah tinggi rendah dan irama suara. Pengelolaan titinada secara benar akan menghindarkan kejenuhan audiens saat mendengarkan. Nada suara yang bervariasi tinggi, sedang, rendah akan membuat audiens menyimak dan memahami dengan benar terhadap materi yang kita sampaikan. Tinggi-rendah nada suara juga turut memengaruhi kesan formal atau rileks. Nada suara rendah lebih formal dan nada yang tinggi terdengar lebih bersemangat.
d) Artikulasi  diartikan  sebagai kemampuan melafalkan huruf-huruf  dari kata kata dengan benar. Seorang pembicara harus memiliki artikulasi yang  jelas dan benar, karena kesalahan artikulasi bisa menyebabkan arti yang berbeda dari kalimat yang disampaikan.
e) Jeda dalam berbicara bisa menjadi aspek penting untuk memperjelas atau menunjukkan bahwa kata atau kalimat yang kita ucapkan itu penting, sehingga audiens dapat mencerna materi yang kita sampaikan.
3.   Visual
Aspek yang memiliki prosentase terbesar yaitu 55% ini meliputi penampilan, ekspresi wajah, bahasa tubuh seperti cara berdiri, gerakan tangan dan mata. Di sini bisa kita artikan bahwa orang menangkap informasi bukan dari apa yang didengar melainkan dari apa yang mereka lihat terlebih dahulu. Penampilan sangat menentukan bagi audiens dalam memberikan respons kepada pembicara.
a) Penampilan seorang pembicara pada prinsipnya adalah rapi, sopan, serasi, nyaman, dan tidak berlebihan dari ujung rambut sampai ke ujung sepatu. Serasi di sini adalah sesuai dengan situasi, audiens dan tema acara maupun kepantasan untuk diri kita.
b) Bahasa tubuh kita mengekspresikan banyak hal tentang diri kita. Apakah kita orang yang ramah, sombong, penuh semangat, berwibawa, cerdas, hangatan, masa bodoh, penakut dan lain-lain bisa dilihat dari bahasa tubuh kita. Seorang pembicara seharusnya mampu mengendalikan bahasa tubuhnya dengan baik dan benar, natural dan ekspresif. Berdiri dan berjalanlah dengan tegak, dada tegap, bahu rileks, dan langkah yang mantap.
c) Saat berbicara di muka umum tentunya kita berbicara dengan sekelompok orang. Dan kewajiban kita adalah membuat setiap orang merasa diakui keberadaannya. Untuk itu, adakan kontak mata yang ramah dan merata kepada semua audiens yang ada saat berbicara sehingga mereka merasa kita menghargai keberadaannya.
d) Ekspresi wajah yang diharapkan oleh audiens dari seorang pembicara adalah wajah yang ramah, menyenangkan, dan tulus. Rahasia paling umum adalah dengan ”tersenyum”.  Awalilah pertemuan dengan tersenyum karena senyuman membantu kita lebih nyaman dan rileks serta membawa suasana hati yang menyenangkan bagi audiens..
Oleh karenanya penggunaan kata merupakan dasar komunikasi. Dalam kenyataannya, keberhasilan suatu pembicaraan tidak hanya ditentukan oleh penggunaan kata saja, tetapi juga penggunaan nonkata yang justru sangat berpengaruh. Sebab, ketika berbicara di muka umum, dengan audiens langsung berada di depan kita, bahasa tubuh dan semua aspek nonverbal sangat menunjang apa yang kita keluarkan dari mulut kita. Apalagi sebagai pembicara di muka umum, kita bukan seorang penyiar yang hanya dibutuhkan suaranya saja oleh pendengar.

MAKALAH : Wh- QUESTION by ADI FEBRIYANTO

0 komentar


BAB I
PEMBAHASAN

A.      Definisi Wh- Question
Information Question (Wh-question dan How) Adalah pertanyaan yang menanyakan informasi dengan menggunakan Question Words (kata tanya). Sering disebut dengan Wh-question karena semua kata tanya diawali dengan Wh-, kecuali How. Yang termasuk Question Words (QW) adalah: What, Who, Whom, Whose, Why, Where, When, Which dan How.
Pola umum:
QW + aux + S + verb + Object/Complement ?
B.       Macam-macam Wh- Question
1.         What (apa)
Menanyakan nama benda, nama orang atau jenis profesi.
Contoh:
~ What is that? That is an apple.
~ What are you? I am a soldier.
~ What is your name? My name is Ivanka.
2.         Who (siapa)
Menanyakan orang sebagai pelaku/subject.
Memiliki rumus khusus:
Who + verb + O ? atau Who + to be + S ?
Contoh:
~ Who are you? I am Joko Pinurbo.
~ Who writes the letter? Martin does.
~ Who is very beautiful? Agnes Monica is very beautiful.
3.         Whom (siapa)
Menanyakan orang sebagai object.
Contoh:
Whom do you meet? I meet Inul Daratista.
Whom is she looking for? She is looking for Brian Safina.
4.         Whose (milik siapa)
Menanyakan pemilik suatu benda.
Contoh:
~ Whose bag is this? This is my bag.
~ Whose sister is the girl? She is my sister.
5.         Why (mengapa)
Menanyakan alasan atau penyebab terjadinya sesuatu.
Contoh:
~ Why do you come late? Because I missed the bus this morning.
~ Why is Mrs. Julia very healthy? Because she does sport every morning.
~ Why do you love me? Because you are very rich.
6.         Where (di mana)
Menanyakan tempat.
Contoh:
~ Where does Alicia study? She studies in SMPN 03 Wonogiri.
~ Where do you go every day? I go to school every day.
~ Where is the library? The library is beside the hall.
7.         When (kapan)
Menanyakan waktu.
Contoh:
~ When does Alfian get up? He gets up at five o’clock every morning.
~ When did you go to Eromoko? I go to Eromoko last week.
~ When do you go to school? I go to school at 06.30.
8.         Which (yang mana)
Menanyakann pilihan.
Contoh:
~ Which is your car? My car is the red one.
~ Which is his sister? His sister is the girl in blue jacket.


9.         How (bagaimana)
Menanyakan kondisi atau keadaan.
Contoh:
~ How are you? I’m fine. Thanks.
~ How is Reyna’s school? Her school is large and clean.
10.     How many (berapa banyak)
Menanyakan jumlah (jika yang ditanyakan berupa countable nouns/kata benda yang bisa dihitung).
Contoh:
~ How many students are there in the class? There are forty students.
~ How many brother do you have? I have three brothers.
11.     How much (berapa banyak)
Menanyakan jumlah (jika yang ditanyakan berupa uncountable nouns/kata benda yang tak bisa dihitung).
Contoh:
~ How much money does it cost? It costs one thousand rupiah.
~ How much sugar do you want? A spoon of sugar, please.
12.     How often (berapa sering)
Menanyakan seberapa sering orang melakukan sesuatu.
Contoh:
~ How often does Anita go to Malaysia? She goes to Malaysia twice a week.
~ How often do you speak to your father? I speak to him every day.
Bisa juga menggunakan How many times.
How many times do you eat? I eat three times a day.
13.     How far (berapa jauh)
Menanyakan jarak suatu tempat dengan tempat lainnya.
Contoh:
~ How far is this school from your house? It’s about 5 kilometers.
14.     How old (berapa umur/usia)
Menanyakan usia seseorang.
Contoh:
~ How old are you? I am 20 years old.
~ How old is Mrs. Riana? She is 37 years old.
15.     How long (berapa lama)
Menanyakan lama waktu.
Contoh:
~ How long have you lived in Jogja? I have lived in Jogja for Five years.
16.     How deep (berapa dalam)
~ How deep is the river? It’s about five meters.
~ How deep can he dive? He can dive 20 meters deep.
17.     How tall (berapa tinggi)
Menanyakan tinggi orang.
Contoh:
~ How tall are you? I am 165 cm tall.
~ How tall is Mr. Jack? He is 189 cm tall.
18.     How high (berapa tinggi)
Menanyakan tinggi suatu benda.
Contoh:
~ How high is the mountain? It’s about 3686 meters high.
~ How high is the tree? It’s about 4 meters high.
C.      Contoh Wh- Question

Monkey and Crocodile
One day a monkey wanted to cross a river. He saw a crocodile in the river, so he asked the crocodile to take him across the other side. The crocodile told the monkey to jump on its back. Then the crocodile swam down the river.
Now, the crocodile was very hungry, so when it was in the middle of the river, it stopped and said to the monkey, ”Monkey, my father is very sick. He must eat the heart of the monkey. Then he will be strong again.”
The monkey thought for a while. Then he told the crocodile to swim back to the river bank.
What’s for?” asked the crocodile.
“Because I didn’t bring my heart with me,” said the monkey. “I left it under the tree, near some coconuts.”
So, the crocodile turned around and swam back to the bank of the river. As soon as they reached the river bank, the monkey jumped off the crocodile’s back and climbed up to the top of a tree.
Where is your heart?” asked the crocodile.
“You are foolish,” the monkey said to the crocodile. “Now I am free and you have nothing.”
The monkey told the crocodile not to try to fool him again. The crocodile swam away, hungry.

Snow White
Once upon a time there lived a little girl named Snow White. She lived with her aunt and uncle because her parents were dead.
One day she heard her uncle and aunt talking about leaving Snow White in the castle because they both wanted to go to America and they didn’t have enough money to take Snow White.
Snow White didn’t want her uncle and aunt to do this so she decided it would be best if she ran away. The next morning she ran away from home when her aunt and uncle were having breakfast. She ran away into the woods.
Then she saw a little cottage. She knocked but no one answered so she went inside and fell asleep.
Meanwhile, the seven dwarfs were coming home from work. They went inside. There they found Snow White sleeping. Then Snow White woke up. She saw the dwarfs. The dwarfs said, “What’s your name?” Snow White said, “My name is Snow White.”
Doc, one of the dwarfs said, “If you wish, you may live here with us.” Snow White said, “Oh could I? Thank you.” Then Snow White told the dwarfs the whole story and Snow White and the seven dwarfs lived happily ever after.

BAB II
TUGAS
Part I : Reading Section
Question 1 to 8 are incomplete dialogues. Four choices marked A, B,
C, D are given under each dialogue. You have to choose the one that
best completes the dialogues.
1. Receptionist : Good afternoon, sir. ……
Guest : I’d like to meet Mr. Smith, the director.
a. What do you do?                            c. What can I do for you?
b. Why are you here?                          d. What do you mean?
2. Lea : …… I missed the early bus.
Teacher : That’s all right. You should go earlier next time.
a. I am sure you know, Sir                  c. I don’t know how to tell you
b. I’m sorry for coming late, Sir          d. I am happy you forgive me
3. Robert : How long have you been studying Math?
John : Since … at junior high school.
a. I study                                             c. I have studied
b. I studied                                          d. I had studied
4. Kelly : I am going to go out buy some new clothes.
Linda : You should not go now. Wait until the rain stops.
Kelly : Yes, but … since last night. I am afraid it won’t stop.
a. it has rained                                     c. it is raining
b. it has been raining                           d. it rained
5. John : Why do you like shopping at that shop?
Kelly : Because … at reasonable price.
a. the items sell                                    c. the items are selling
b. the items has sold                            d. the items are sold
6. Susan : I have forgotten my dictionary again.
Linda : Well, you can use …
a. one of me                                        c. one of myself
b. one of mine                                     d. one of my
7. Linda  : What do you think Mrs. Green is, John?
John   :  I think he is very good man. …… he never looks
 down on the poor.
a. since he is rich                                 c. however he is rich
b. unless he is rich                               d. although he is rich
8. Linda : My mother is in the hospital now. I’ll visit her.
Kelly : ……
a. Oh, I am happy to hear that.           c. Oh, I am sorry to hear that
b. Oh, I am very satisfied                   d. Oh, I am very delighted

prediksi unas
Part II : Question 9 to 15
Each sentence has four word or phrases underlined. The four
underlined words are marked A, B, C, D. you have to identify the
underlined word or phrase that should be corrected or rewritten.
9. John : Have you submit the proposal we made yesterday?
A                                 B
Kelly : Yes, I have. Thank you for your help.
C                                  D
10. Linda : Is there anything that you can remember?
A
Robert : Yes. When I was young, I can play soccer well.
B                   C
Linda : Where did you play soccer?
  D
Robert : I played soccer in the yard.


11. Sarah : Can you to help me, please?
A               B
Kelly : What can I do for you?
C
Sarah : I want to move this desk to my room.
    D
12. John : How was your vacation last week?
       A                          B
Sarah : It was very great, we are happy at that moment.
     C                    D
13. John : Do you know where the library is?
     A                             B
Kelly : It is very near. Just walk across the road, the library
C
are on the right side.
D
14. Linda : What is your name? Where do you live?
   A                               B
Sarah : My name is Sarah. I lives in Jakarta.
     C                           D
15. John : I have been studying Math since I was at home.
  A                                            B
Paul : What time do you arrive at home?
        C                               D
John : At 6 pm.






DAFTAR PUSTAKA


BEM-UMK TO SURABAYA

0 komentar

BEM-UMK TO SURABAYA

Pada 15 Maret 2012, BEM-UMK melakukan kunjungan ke Kota Pahlawan, Surabaya. Kunjungan tersebut ditujukan untuk mengunjungi, Kantor Berita Jawa Pos, yang kemudian dilanjutkan wisata sejarah di Mukasel (Museum Kapal Selam) dan Tugu Pahlawan.
Tujuan utama dari kegiatan ini, untuk meningkatkan rasa nasionalitas pada NKRI, dan meningkatkan etos kerja serta kreatifitaas dari anggota BEM-UMK itu sendiri

GALLERY





MAHASISWA UMK PEDULI PENDIDIKAN

0 komentar

MAHASISWA UMK PEDULI PENDIDIKAN

11 Maret 2012, di Kabupaten Kudus, Kecamatan Mejobo, Desa (H)Adiwarno, Alhamdulillah telah diadakan acara Bakti Sosial yang dilaksanakan oleh BEM-UMK. Acara tersebut sengaja dilakukan, untuk membantuk SD 1 Adiwarno "SD tertua dan sayangnya termiskin di sekitar Mejobo". BEM-UMK berhasil mengumpulkan 100 buku tulis dan bacaan, seperangkat komputer, dan sejumlah uang. Barang-barang inilah yang disumbangkan, untuk membantu SD 1 Adiwarno. Walaupun jumlahnya tidak besar, setidaknya dapat memberikan sedikit kebahagian bagi mereka.

GAMBAR BICARA LEBIH KERAS DARI SUARA MANAPUN :





MENCIPTAKAN PASAR DALAM NEGERI YANG LOYAL

0 komentar


MENCIPTAKAN PASAR DALAM NEGERI YANG LOYAL
Indonesia merupakan salah satu Negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia setelah China, Amerika serikat, India dan Brazilia. Sekitar ada 220 juta jiwa penduduk yang ada di Negara Indonesia yang terdaftar melalui sensus penduduk pada tahun 2010 yang lalu. Jumlah penduduk yang besar ini tampaknya belum bisa dimanfaatkan oleh pemerintah kita sebagai pemegang kebijakan, tidak seperti dinegara lain seperti China yang mampu memaksimalkan jumlah penduduknya sebagai pasar potensial untuk memasarkan hasil produk yang dihasilkan oleh Negara tersebut. Hasilnya Negara tersebut memiliki pendapatan yang luar biasa banyaknya dari penjualan yang dilakukan didalam negeri sendiri, bahkan China tidak merasa sangat terganggu saat Negara –negara tujuan ekspornya mengalami kelesuan pasar karena krisis, karena China telah memiliki pasar yang potensial dan loyal terhadap produk hasil negerinya sendiri yaitu didalam negeri. China berkembang menjadi Negara maju dan pesat dalam hal perekononomian nya karena mampu menciptakan pasar dalam negeri yang loyal terhadap produk-produk “made in China” bukan made in LUAR NEGERI.
BAGAIMANA dengan Indonesia? Indonesia memang benar Negara dengan jumlah penduduk yang cukup besar, tetapi Indonesia belum mampu menciptakan pasar yang loyal terhadap produk-produk “made in Indonesia” didalam negerinya sendiri. Salah satu contoh kecil ketika penduduk Indonesia lebih bangga mengkonsumsi Produk Luar negeri dan menganggap produk Indonesia hanya barang biasa saja. Hal ini merupakan mental yang banyak dimiliki oleh sebagian penduduk Indonesia yang secara tidak langsung menyebabkan pasar Indonesia yang tidak loyal. Selain dari sikap mental tersebut, pemerintah yang cenderung mendewakan Ekspor barang mentah keluar negeri seperti Migas dan hasil bumi yang lain seperti emas, timah, tembaga dll menyebabkan Indonesia hanya merupakan Negara yang mampu mengekspor barang baku saja,tetapi tidak dapat mengolahnya menjadi barang yang bernilai guna lebih baik dari semula yang tentunya mampu memberikan kontribusi yang bagus terhadap pendapatan Negara dan berusaha menjualnya untuk konsumsi dalam negeri sendiri. Hal tersebut menjadi salah satu sifat malas dari pemerintah yang kurang “kreatif dan inovatif” dalam menyikapi pasar dalam negeri.
Jikalau pemerintah mampu menciptakan pasar dalam negeri yang loyal dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan pemerintah beserta BUMN dan perusahaan swasta  yang ada di Negara ini mampu berlaku “kreatif dan inovatif“ menghasilkan produk yang bukan sekedar barang mentah tetapi berbagai barang hasil olahan dari barang mentah  dan tidak “mendewakan” Ekspor luar negeri kita berhak Optimis perekonomian Indonesia akan mampu berbicara banyak menjadi salah satu kekuatan besar ekonomi dunia.

PEMULIHAN KESADARAN PSSI

0 komentar


PEMULIHAN KESADARAN PSSI
LEWAT PUNISHMENT FIFA

Kongres PSSI beberapa hari yang lalu telah“SELESAI” tepatnya tanggal 20 Mei 2011, hal tersebut menyisakan banyak tanda tanya, kekecewaan dan kekhawatiran bagi para pecinta sepak bola tanah air. Berakhirnya kongres kedua gagasan dari komite normalisasi ( KN ) yang nota bene kepanjangan tangan dari FIFA menjadi kongres kedua yang gagal setelah sebelumnya PSSI menggelar kongres di Pekanbaru, Riau. Kongres di Tutup oleh pimpinan sidang yang sekaligus Ketua Komite Normalisasi ( KN ) Agum Gumelar dikarenakan kondisi yang tidak kondusif dan peserta kongres yang sudah tidak mematuhi aturan dan etika kongres. Bahkan dalam sebuah wawancara ditelevisi swasta Agum Gumelar  menyatakan bahwa utusan FIFA tidak dihargai oleh salah satu peserta kongres dengan mengeluarkan kata-kata kasar. Hasil Nol/nihilah yang menjadi “oleh-oleh” para delegasi dari seluruh pengurus klub dan PSSI yang ada di daerahnya masing-masing untuk dibawa pulang setelah kongres “selesai”.
Kegagalan kongres PSSI yang kedua menjadi sebuah ancaman serius bagi seluruh pecinta sepak bola tanah air, karena mengapa? Sangsi dari FIFA siap menanti didepan mata melihat dinamika, kesadaran dan etika dalam kongres sudah terabaikan dan membuahkan kegagalan TOTAL. Banyak pecinta sepak bola,anggota KN, para pemain timnas, mantan pemain timnas, wartawan bahkan pemerintah mengharapkan sangsi untuk PSSI tidak turun. Banyak hal yang mendasari keinginan banyak orang agar sangsi dari FIFA tidak turun diantaranya karena jika sangsi FIFA dijatuhkan Timnas Indonesia dan klub – klub diseluruh Indonesia tidak diperbolehkan mengikuti ajang sepak bola dibawah naungan FIFA dalam kurun waktu sangsi yang dijatuhkan. Suatu hal yang wajar dan manusiawi dari kekhawatiran tersebut. Tetapi apakah hal tersebut yang mendorong pemerintah, KN dan pecinta sepak bola tanah air lantas “mengemis” terhadap FIFA dengan berbagai mekanisme loby yang di gembar-gemborkan agar sangsi tidak dijatuhkan?
Dalam salah satu teori psikologi BF. Skinner, disebutkan bahwa ada suatu mekanisme untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik dengan adanya mekanisme reward and Punishment. Reward merupakan sekumpulan penghargaan yang berbentuk apapun bisa materi, pujian, dan amanah setelah pencapaian suatu prestasi, sedangkan punishment merupakan sekumpulan hukuman/sangsi yang dapat berupa teguran, hukuman dan tekanan setelah mencapai kesalahan / kegagalan. Dua mekanisme tersebut dalam kenyataanya mampu membuat sesuatu menjadi lebih baik kedepannya, banyak kasus direalitas kehidupan ini yang mampu menggambarkan hal tersebut baik secara personal ataupun organisasi.
Apabila mau menanamkan kesadaran penuh dan tingkat objektivitas yang matang pada diri organisasi dan personal, semestinya layak menjadikan mekanisme pusnihment terhadap PSSI  sebagai pilihan yang paling tepat, karena mengapa ? telah jelas didepan mata dua Kongres GAGAL dalam waktu setahun ini dengan hasil NIHIL. Kegagalan bukan hanya dalam arti hasilnya tetapi banyak aspek yang menjadikan GAGAL dalam kongres kali ini, kedewasaan mental para peserta kongres yang rendah, egoisme sikap dan perilaku yang diluar etika menjadi semacam catatan tebal di mata pencinta sepak bola tanah air dan dunia. Selain Proses dan hasil kongres yang gagal yang lebih memprihatinkan perilaku para peserta kongres yang diluar nalar kita semua menjadi RAPORT BURUK BAGI PSSI. Apakah hal tersebut masih tidak layak mendapatkan SANGSI ?? PSSI mengurus organisasinya sendiri tidak pecus dalam hal ini kongres, apalagi mengurusi PSSI selanjutnya dan persepakbolaan ditanah air. Menurut hemat penulis Hukuman atas PSSI layak untuk diberikan sebagai proses introspeksi dan belajar bagi pemulihan kesadaran kita semua, kita tidak perlu terlalu cemas dan terbayang-bayang akan nasib sepak bola Indonesia kedepan. Semestinya apabila sangsi FIFA dijatuhkan kepada PSSI hal itu menjadi bahan pembelajaran dan pemulihan kesadaran PSSI khususnya agar mampu memperbaiki secara internal dalam hal ini komunikasi yang intensif  dan kesadaran untuk peduli masa depan sepak bola Indonesia.

PERPELONCOAN sama dengan BULLYING

0 komentar


PERPELONCOAN sama dengan BULLYING 
 
Aktivitas Perpeloncoan yang diadakan di Banyak kampus ketika penerimaan mahasiswa baru masih marak dilakukan sampai saat ini. Berbagai alasan pun digunakan sebagai “rasionalisasi”untuk menghalalkan kegiatan tersebut agar tetap terlaksana, meskipun secara riil kegiatan tersebut sama sekali tidak membawa efek positif bagi mahasiswa baru. Kegiatan perpeloncoan selama ini kita ketahui sebagai ajang yang digunakan oleh mahasiswa senior sebagai aksi “Bullying” yang dianggap sah dikalangan kampus, karena aktivitas tersebut menjadi sebuah kebiasaan buruk yang dilegalkan.
Menurut Djuwita, 2006 Bullying adalah penggunaan kekuatan atau kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau kelompok, sehingga korban merasa tertekan, trauma dan tidak berdaya dan peristiwanya mungkin berulang. Dalam kegiatan perpeloncoan dibanyak kampus kriteria dalam definisi Bullying diatas jelas terpenuhi, Pertama dimana para mahasiswa baru dengan jelas di jajah dengan bebagai cara dengan hukuman fisik dan secara verbal ( bentakan, sindiran dll ). Kedua, dalam kegiatan perpeloncoan tersebut jelas ada pihak yang merasa lemah dan berkuasa dimana pihak berkuasa adalah mahasiswa senior dan yang lemah adalah mahasiswa baru sebagai objek bullying. Penulis sepakat bahwa aktivitas Perpoloncoan merupakan bentuk lain dari perilaku bullying yang terjadi dikalangan mahasiswa jika kita mengacu pada definisi diatas.
Perilaku perpeloncoan yang dilakukan oleh mahasiswa senior merupakan bentuk penjajahan mental yang dapat berakibat pada trauma dan penderitaan psikis bagi para korban perpeloncoan, mereka bisa saja merasa takut dan menaruh dendam kepada para seniornya. Hal ini semakin lama malah menimbulkan ketidak harmonisan didalam kampus jikalau budaya perpeloncoan tetap di legalkan, semestinya mahasiswa mampu untuk berpikir mengenai konsep kegiatan yang lebih mendidik dan mendewasakan mental bagi para mahasiswa baru dengan kegiatan yang positif misalnya program bakti social, peduli lingkungan dan penulisan karya ilmiah. Hal-hal tersebut jelas lebih bermanfaat untuk kedepannya daripada sekedar perpeloncoan.

Mahasiswa Kehilangan Sikap Kritis Nya terhadap ROKOK

0 komentar


Mahasiswa Kehilangan Sikap Kritis Nya terhadap ROKOK

Ketika mahasiswa mampu untuk berpikir kritis sesungguhnya dalam bertindak dan mengambil keputusan tidaklah semudah dalam menelan makanan, tetapi harus mampu memikirkan dampak diakibatkan dengan keputusan yang diambilnya. Banyak keputusan yang diambil oleh mahasiswa baik kelompok atau individu yang justru merugikan mahasiswa itu sendiri ataupun masyarakat, misalnya mahasiswa dalam menggandeng sebuah sponsor kegiatan berupa produk rokok. Produk rokok apapun jelas terpampang di bungkus kemasan bahwa “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”, sebuah pernyataan yang jelas sebagai ancaman mengerikan bagi kesehatan manusia. Mahasiswa secara tidak sadar mudah menelan mentah uang sponsor yang mereka terima tanpa memperhatikan dampak yang bisa mereka akibatkan dengan menggandeng sponsor produk rokok, padahal mereka hanya dijadikan alat untuk iklan produk rokok yang menyeponsori mereka dan dengan itu mereka bersama-sama dengan produsen rokok mempromosikannya kepada masyarakat.
Apa yang terlintas dalam benak mahasiswa tersebut ketika mereka sudi mudah menggandeng sponsor produk rokok tersebut ?? hemat saya mereka telah kehilangan sikap kritis dan cerdas nya dalam mengambil keputusan karena dengan jelas statement dalam produk rokok bahwa” merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” mereka sengaja melupakan akibat negatif yang bisa disebabkan oleh rokok dengan gantinya mereka menerima “uang” untuk kepentingan kelompoknya, sebagai dampaknya masyarakat akan menerima produk rokok tersebut sebagai barang yang dikonsumsi karena iklan yang mereka bawakan..

23:50

0 komentar


23:50

            Sebuah pasangan bukanlah sebuah harmoni yang sempurna dalam kehidupan, setidaknya itulah yang aku alami bersama pasanganku.  Ada banyak perebedaan diantara kami berdua, karena itu kami sering bertengkar. Kami memiliki hobi yang berbeda, dia suka bermain game, sementara aku suka memasak. Dia suka melakukan kegiatan indoor, sebaliknya, aku suka kegiatan outdoor. Dia sering mengatakan “Kau lebih baik dalam hal itu, kau saja yang melakukan”. Kata-kata seperti itu selalu membuatku kesal, akan tetapi aku yakin, suatu saat nanti ada hari, dimana pasangan seperti kami ini bisa selalu tersenyum dan hidup bersama.
            Dia adalah laki-laki yang egois, dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Suatu hari, aku meminta dia membawakan DVD kesukaanku, akan tetapi dia justru membawa sesuatu untuk dirinya sendiri. Terang saja hal itu membuatku sangat kesal dan marah, untuk melampiaskan kemarahan dan rasa kesalku, aku menghapus semua save-save-an game yang sedang dimainkannya. Dan kami berakhir dengan pertengkaran lagi. Kami menyadari, kalau tidak ada diantara kami berdua yang akan menang, tapi kejadian seperti ini selalu berulang,. Satu hari kami bertengkar, dihari yang lain kami bersama lagi.
            Walaupun aku kesal kepadanya, entah kenapa aku sangat menyukainya, dan kelihatannya dia juga memiliki perasaan yang sama kepadaku. Jika dilihat dari perbuatan yang sering kami lakukan, tentu saja itu hal yang aneh. Aku selalu yakin suatu saat nanti, kami akan hidup bersama, menjalani semuanya bersama…hingga akhir hayat kami. Saat pikiran itu terlintaas dalam benakku, wajahku terasa panas dan aku berkata “Hmph, Apa yang aku pikirkan!?”, setidaknya itulah harapan indah yang aku dan dia dambakan.
            Pada malam itu pukul 23:00, tidak biasanya dia pulang terlambat. Aku tahu dia menyembunyikan sebuah kue tart…jadi aku memakannya. Kemudian aku teringat kalau ini adalah hari ulang tahunku. Apakah dia ingat kalau ini hari ulang tahunku. Saat aku memakannya sendirian, aku meneteskan air mata..merasa kesepian dan sedih. Pukul 23:50 dia tiba dirumah, dan dia melihatku meneteskan air mata. Aku mengatakan “aku baik-baik saja” sambil tersenyum kepadanya, aku akan mengendalikan diriku dan akan terus tersenyum dihadapannya. Aku memintanya untuk pergi ke toko disebelah dan membeli kue tart yang sudah aku makan ini dan aku mengatakan “Hey, ayolah, masih ada 10 menit”. Lalu, kita akan memakannya bersama, sebagai pasangan yang  bahagia.
Walaupun kami berdua bukan pasangan yang sempurna dan memiliki kepribadian yang berbeda, kami selalu yakin bahwa akan tiba hari, dimana pasangan seperti kami akan selalu tersenyum bersama, hingga akhir hayat kami. Apa yang kami yakini itu adalah pantas untuk diperjuangkan.
Cerita ini diilhami dari lagu yang berjudul 23:50 dan dinyanyikan oleh Girls Dead Monster